Pendakian Gn Sindoro (2 Hari 1 Malam)

Hari 1: MAKAN SIANG, MAKAN MALAM
Penjemputan di hotel pada pagi hari sekitar jam 10.00. Kemudian menuju ke Desa Sigedang.
Desa Sigedang berada pada ketinggian 1.400 mdpl, disini sudah bisa kita jumpai pohon Carica yang bisa tumbuh di dataran tinggi. Untuk mencapai desa Sigedang dari arah Wonosobo jurusan Dieng, belok di pertigaan Rejosari arah ke Tambi.

Selanjut desa sigedang kurang lebih 4 km dari pertigaan rejosari. Begitu sampai di Sigedang sebaiknya menuju rumah Mbah Amin, juru kunci Sindoro. Disini kita mengurus perijinan dan perjalanan dilanjutkan ke arah perkebunan teh melewati jalan aspal sekitar 20 menit. Kemudian berbelok ke kanan melewati jalanan berbatu menyusuri perkebunan teh. Diperkebunan teh ini banyak sekali terdapat persimpangan.
Sepanjang perkebunan terdapat 2 pos dengan bangunan semi permanen yang bisa dipakai untuk istirahat. 2 jam setelah melewati perkebunan teh kita akan sampai pada batas perkebunan dengan hutan. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke POS III. Jalur ke POS III berkelok kelok sehingga tidak begitu curam.

POS III – Watu Susu
POS 3 berada ditengah tengah perjalanan menuju puncak. Disini terdapat bangunan yang sudah roboh, namun cukup untuk mendirikan 3 tenda dome. Jika fisik kurang mendukung sebaiknya mendirikan camp di pos ini. Karena perjalanan selanjutnya selama 3 – 4 jam ke puncak kita tidak akan menemukan selter untuk mendirikan tenda.

Kurang lebih 2 jam dari sini kita akan sampai di Watu Susu. Watu Susu merupakan 2 buah batu besar yang oleh warga setempat dianggap sebagai buah dada Gunung Sindoro. Menurut kepercayaan warga setempat, Gunung Sindoro adalah gunung perempuan dan suaminya adalah Gunung Sumbing dengan anak Gunung Kembang.

Watu Susu – Puncak
Dari Watu Susu perjalanan kepuncak masih sekitar 1 sampai 1,5 jam lagi. Melewati jalan bebatuan yang licin dan kadang batu longsor saat kita injak. Pendaki harus hati hati terutama yang berjalan didepan agar tidak membahayakan pendaki di belakangnya. Setelah itu sampailah kita di kawasan puncak Gunung Sindoro.

Di kawasan puncak kita tidak akan bingung untuk mendirikan tenda karena Gunung Sindoromemiliki dataran luas pada puncaknya, sekitar 400 x 300 meter. Dibagian timur terdapat dua kawah seluas 200 x 150 meter, dan dibagian barat terdapat dataran SegoroWedi dan Banjaran dan dua dataran lain yang belum bernama yang merupakan sisa kawah utama.

Pada saat curah hujan tinggi kedua kawah ini terdapat banyak air yang bisa kita gunakan untuk minum dan memasak. Genangan air tersebut bersih dan dapat digunakan karena tidak terdapat belerang disini. Namun pada musim kemarau kedua genangan tersebut biasanya akan kering.

Hari 2: (MAKAN PAGI, MAKAN SIANG)
Sunrise dan turun kembali ke basecamp. Tiba di basecamp sekitar jam 18.00

INCLUSION
-Transportasi
-Camping Gear
-Guide
-Porter
-Meals sesuai program
-Tiket masuk dan perijinan
-Mineral Water

EXCLUSION
-Travel Insurance
-Tipping

WHAT TO PREPARE:
Stamina, Obat-obatan pribadi, Camera, Perlengkapan pribadi

Jakarta, Bandung, Pangandaran, Dieng Plateau, Yogyakarta, Borobudur, Solo, Karanganyar, Surabaya, Gunung Bromo, Malang, Batu, Kawah Ijen, Sukamade, …