Candi Borobudur Part 5: Relief

GANDAVYUHA
Gandavyuha berserita mengenai seorang pemuda bernama Sudhana yang melakukan perjalanan untuk menemukan kebijaksanaan yang hakiki. Sudhana diceritakan dalam 460 panel ukir. Sudhana menemui berbagai orang bijak seperti biarawan, tabib, dewi-dewi untuk belajar. Sekitar 30 guru yang dia kunjungi untuk berguru. Namun belum juga memberikan kepuasan akan apa yang selama ini dicarinya. Setiap guru yang dia kunjungi memberikan petuah-petuah yang akhirnya menjadikan Sudhana mencari guru yang lebih mumpuni lagi. Terdapat relief ketika Sudhana tiba di Istana Maitreya dan bertemu dengan dua guru supernatural yaitu: Manjusri Budha dan Samantabhadra bodhisattva. Klimaks dari seluruh cerita relief ialah ketika Sudhana bersumpah untuk mengikuti tauladan Samantabhadra.

Berikut ini guru-guru Sudhana antara lain: rahib, tabib, resi, orang awam, biarawati, raja, pertapa, dan dewi. Selain itu guru Sudhana yang lain juga manusia biasa seperti: saudagar seperti ayahnya, kapten kapal, pemuda dan juga terdapat relief dimana Sudhana memuja stupa.

Dari guru-guru Sudhana dapat dilihat bahwa kitab suci dapat dimengerti oleh manusia dengan berbagai level sesuai dengan level belajar siswa. Jadi Borobudur dibangun bukan hanya untuk pelajar yang relijius, tetapi oleh peziarah.

JATAKA AVADANA
Jataka bercerita tentang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Sidharta. Isinya mengenai perbuatan baik lah yang membedakan antara Sang Bodhisatva dengan mahluk yang lain. Pengumpulan perbuatan baik atau pahala merupakan syarat wajib untuk menuju ke tingkat kebudhaan yang lebih tinggi. Bodhisatva mengalami dilahirkan dan dilahirkan kembali berates-ratus kali, baik sebagai binatang ataupun manusia, sehingga terdapat banyak cerita Jataka yang dihimpun. Kumpulan cerita Jataka yang paling banyak dikenal ialah: Jatakamala karya Aryasura (Abad IV).

Avadana sebenarnya mirip dengan Jataka hanya saja pelaku utamanya bukan Sang Bodhisatva sendiri melainkan orang lain. Cerita-cerita Avadana dikumpulkan dalam Diwyawadana (perbuatan kedewaan) dan kitap Awadanasataka atau seratus cerita avadana.

Candi Borobudur, Jataka dan Awadana terdpat pada deret yang sama tanpa tanda yang membedakan. Keduanya diperlakukan sama dan selang selingnya dalam satu dereta juga demikian.
Relief bawah pada dinding sebagian besar cerita Avadana sedang Jataka hanya beberapa saja dan mirip sebagai selingan saja. Relief deretan atas pada langkan kebalikannya, hamper semua cerita Jataka dan cerita Avadana hanya pada tempat ke dua. Pada detet bawah terdapat deretan relief cerita Sudhanakumarawadana (perbuatan baik Pangeran Sudhana) yang diambil dari kumpulan Diwyawadana dan dipahatkan pada 20 bidang pigura. Sangat menarik perhatian bahwa dalam deret lain Jataka hanya digambarkan 2 kali meskipun tidak dalam deret yang sama. Jataka-jataka tidak disusun menurut urutan teratur, yaitu mulai penjelmaan Boddhisatva sebagai seekor binatang hingga menjelma menjadi dewa kayangan.

BADRACARI
Badracari ialah kisah penutup Gandavyuha, dan ada kalanya terdapat cerita bebas. Bhadracari menampilkan sumpah Sudhana untuk mengikuti Bodhisatva Samanthabadra. Sudhana bersumpah untuk terus mengikuti teladan Bodhisatva dan menjadi pembimbing manusia dalam perjalanannya mendapatkan Ilmu Kearifan Tertinggi.